<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Renungan Kehidupan</title>
	<atom:link href="http://renung.toko43.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://renung.toko43.com</link>
	<description>Kumpulan artikel yang dapat dijadikan bahan renungan kehidupan dunia</description>
	<lastBuildDate>Mon, 15 Feb 2010 01:58:01 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Aku Bukan Pelacur</title>
		<link>http://renung.toko43.com/aku-bukan-pelacur</link>
		<comments>http://renung.toko43.com/aku-bukan-pelacur#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Feb 2009 04:57:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wanita]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[lelaki]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://renung.toko43.com/?p=80</guid>
		<description><![CDATA[Jika engkau melihat penampilanku, aku yakin engkau akan menganggapku cantik, meski tidak secantik bidadari. Kalau kau menengok kehidupanku, tak diragukan kau akan memberikan penilaian kehidupanku dipenuhi kebahagiaan, nyaris sempurna. Kehidupan yang diidam-idamkan oleh hampir semua wanita.
Tapi, cobalah engkau selami jiwaku, akan kau temukan gelombang besar terjang-menerjang. Pasti kau lihat lorong gua yang kelam dan gelap. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Jika engkau melihat penampilanku, aku yakin engkau akan menganggapku cantik, meski tidak secantik bidadari. Kalau kau menengok kehidupanku, tak diragukan kau akan memberikan penilaian kehidupanku dipenuhi kebahagiaan, nyaris sempurna. Kehidupan yang diidam-idamkan oleh hampir semua wanita.<span id="more-80"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Tapi, cobalah engkau selami jiwaku, akan kau temukan gelombang besar terjang-menerjang. Pasti kau lihat lorong gua yang kelam dan gelap. Apa yang kau rasakan? Hancur berkeping-keping? Akh terlalu dilebih-lebihkan, yang tepat jiwaku meranggas. Jiwaku selalu memangggil-manggil kedamaian, ia ingin memeluk kesucian, setelah hampir saja, ya hampir saja diriku terperosok dalam kubangan lumpur hitam.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai wanita, sama seperti kalian, aku ingin mendapat sentuhan lembut dan penuh cinta seorang lelaki idaman. Jiwa wanita akan terus mengembara mencari lelaki idaman, karena itu wanita tak mudah jatuh cinta pada lelaki. Lelaki, makhluk itu hanya mencari kepuasan, kenikmatan, bukan cinta. Lelaki bila bertemu dengan perempuan yang cantik dan putih, ia akan jatuh cinta. Tapi wanita tidak begitu. Meski ia berjumpa dengan lelaki tampan, bertubuh aduhai, berduit lagi, ia tak akan langsung menyerah. Karena wanita ditakdirkan menjadi mata air cinta, ia akan selalu jernih memaknai cinta. Wanita akan memberi kesejukan, tempat tetirah yang nyaman bagi orang yang dicintai. Pun begitu, atas nama cinta perempuan juga bisa menjadi singa lapar, mengaum keras, menerjang, mencakar, dan mencabik-cabik tubuh siapa saja yang berani menodai cintanya.</p>
<p style="text-align: justify;">Bila wanita sudah memilih seseorang sebagai pelabuhan cinta, maka akan ia berikan semua yang ia miliki, akan ia korbankan harga dirinya demi orang yang ia cintai. Dan itulah yang membuat lelaki menilai perempuan sebagai makhluk lemah. Akh, tahu apa lelaki tentang kekuatan cinta. Kelemahan perempuan merupakan kekuatan cinta. Perempuan yang kehilangan kekuatan cinta, ia akan menghina dirinya sendiri dengan cara mengemis pengakuan kesederajatan pada lelaki.</p>
<p style="text-align: justify;">Akupun baru tahu hakekat cinta setelah hampir saja, ya hampir saja aku jatuh dalam lubang berlumpur hitam. Ketika jarak antara kehinaan dan kemuliaan cinta tinggal satu helai rambut saja, aku tersadar tentang cinta. Sejak itu aku terus berusaha mencercap manis madu cinta, meski dalam pandangan mata orang lain madu cinta itu pahit rasanya. Cinta dan kesetiaan, bagai cawan dan anggur. Bagaimana mungkin engkau bisa mereguk anggur bila tak ada cawan. Dan cawan akan kehilangan hakekatnya bila ia tak diisi anggur. Jangan engkau berkata cinta bila ada benih-benih selingkuh dalam pikiran atau perasaanmu. Jangan pernah engkau berdusta pada cinta, karena pasti engkau akan disiksa oleh rasa penyesalan.</p>
<p style="text-align: justify;">Dan itulah yang aku alami, penyesalan itu masih terus menyiksaku hingga kini, saat usiaku tak muda lagi.</p>
<p style="text-align: justify;">Penulis: <a href="http://sholehgisymar08.blogspot.com/" target="_blank">Sholeh Ug</a></p>
<script type="text/javascript" src="http://cdn.socialtwist.com/2009022310876/script.js"></script><a class="st-taf" href="http://tellafriend.socialtwist.com:80" onclick="return false;" style="border:0;padding:0;margin:0;"><img alt="SocialTwist Tell-a-Friend" style="border:0;padding:0;margin:0;" src="http://images.socialtwist.com/2009022310876/button.png"onmouseout="hideHoverMap(this)" onmouseover="showHoverMap(this, '2009022310876', 'http%3A%2F%2Frenung.toko43.com%2Faku-bukan-pelacur', 'Aku+Bukan+Pelacur')" onclick="cw(this, {id:'2009022310876', link: 'http%3A%2F%2Frenung.toko43.com%2Faku-bukan-pelacur', title: 'Aku+Bukan+Pelacur' });"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://renung.toko43.com/aku-bukan-pelacur/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ilustrasi Sejarah</title>
		<link>http://renung.toko43.com/ilustrasi-sejarah</link>
		<comments>http://renung.toko43.com/ilustrasi-sejarah#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Jan 2009 02:28:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Arti Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[kafir]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://renung.toko43.com/?p=68</guid>
		<description><![CDATA[Pada suatu waktu. Khalifah Sulaiman bin Abdul Malik datang ke Madinah. Beliau ingin bertemu dengan Abu Hazim, yaitu satu-satunya sahabat Rasulullah saw. Yang masih hidup. Kepada Abu Hazim, Khalifah menanyakan tentang bagaimana keadaan seseorang itu pada waktu ia akan meninggal dunia. Maka Abu Hazim pun berkata : &#8220;Keadaan orang yang akan meninggal dunia itu ada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Pada suatu waktu. Khalifah Sulaiman bin Abdul Malik datang ke Madinah. Beliau ingin bertemu dengan Abu Hazim, yaitu satu-satunya sahabat Rasulullah saw. Yang masih hidup. Kepada Abu Hazim, Khalifah menanyakan tentang bagaimana keadaan seseorang itu pada waktu ia akan meninggal dunia. Maka Abu Hazim pun berkata : &#8220;Keadaan orang yang akan meninggal dunia itu ada dua macam. Pertama, seperti perantau yang dipanggil pulang ke kampong halamannya untuk menyaksikan hasil kirimannya yang sudah dibuatkan rumah yang bagus dengan taman yang indah. Foto mengenai semuanya itu telah dikirimkan kepadanya sebelum dia berangkat. Kita dapat bayangkan bagaimana sukacitanya perasaan sang perantau, tentu ia ingin segera mempercepat kepulangannya itu. Apalagi dikhabarkan pula kepadanya, bahwa kedatangannya nanti akan disambut oleh masyarakat dengan riang gembira sebagai perantau yang berhasil. Adapun keadaan yang kedua, adalah seperti penjahat yang lari dari penjara kemudian dia tertangkap kembali. Ia akan diseret, disiksa, dan dilemparkan dengan kejam ke tempatnya semula. Dapat dibayangkan, betapa takut dan ngerinya perasaan orang itu.&#8221;<span id="more-68"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Mendengar penjelasan Abu Hazim itu, kontan Khalifah menangis tersedu-sedu sambil berdoa dengan syahdu : ‘Ya Allah ! Janganlah Engkau jadikan aku di waktu kembali kepada-Mu seperti layaknya seorang penjahat yang melarikan diri kemudia tertangkap kembali&#8217;.</p>
<p style="text-align: justify;">Kelompok pertama, menggambarkan orang-orang yang meyakini bahwa suatu waktu mereka akan kembali kepada Allah, mereka berusaha sekuat tenaga menyiapkan bekal yang banyak untuk perjalanan yang amat jauh di alam akhirat. Bekal itu ialah amal saleh dalam jalur hablum-minallah dan jalur hablum-minannas.</p>
<p style="text-align: justify;">Kelompok kedua, mewakili orang-orang yang lalai menyiapkan perbekalan, umur dihabiskannya untuk memenuhi kepuasan hawa nafsu belaka. Mereka gigih mencari fasilitas demi memuaskan kebutuhan nafsu, seperti foya-foya dan mengumbar nafsu syahwat, memiliki rumah seperti istana dan mobil-mobil mewah yang kesemuanya itu hanya untuk prestise saja. Mereka mengukur kesuksesan hidup di dunia ini dari kehebatan fasilitas atau materi yang mereka miliki.</p>
<p style="text-align: center;">Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir, dan mereka memandang hina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu lebih mulia daripada mereka di hari kiamat. Dan Allah memberi rezki kepada orang-orang yang dikehendaki-Nya tanpa batas. (Al-Baqarah: 212)</p>
<p style="text-align: center;">Allah berfirman: &#8220;Dan kepada orang yang kafir pun aku beri kesenangan sementara, kemudian aku paksa ia menjalani siksa neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.&#8221; (Al-Baqarah: 126)</p>
<p style="text-align: center;">Dan orang-orang yang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar. (An-Nuur:39)</p>
<p style="text-align: justify;">Penulis: <em>Hamba Allah</em></p>
<script type="text/javascript" src="http://cdn.socialtwist.com/2009022310876/script.js"></script><a class="st-taf" href="http://tellafriend.socialtwist.com:80" onclick="return false;" style="border:0;padding:0;margin:0;"><img alt="SocialTwist Tell-a-Friend" style="border:0;padding:0;margin:0;" src="http://images.socialtwist.com/2009022310876/button.png"onmouseout="hideHoverMap(this)" onmouseover="showHoverMap(this, '2009022310876', 'http%3A%2F%2Frenung.toko43.com%2Filustrasi-sejarah', 'Ilustrasi+Sejarah')" onclick="cw(this, {id:'2009022310876', link: 'http%3A%2F%2Frenung.toko43.com%2Filustrasi-sejarah', title: 'Ilustrasi+Sejarah' });"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://renung.toko43.com/ilustrasi-sejarah/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kehidupan Dunia Adalah Kesenangan yang Menipu</title>
		<link>http://renung.toko43.com/kehidupan-dunia-adalah-kesenangan-yang-menipu</link>
		<comments>http://renung.toko43.com/kehidupan-dunia-adalah-kesenangan-yang-menipu#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Jan 2009 05:24:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Arti Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[harta]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[nikmat]]></category>
		<category><![CDATA[ujian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://renung.toko43.com/?p=64</guid>
		<description><![CDATA[Allah menciptakan surga dan neraka, yang kelak akan diisi oleh manusia. Di mana nanti kita berada -surga atau neraka- akan ditentukan melalui proses kompetisi yang panjang selama hidup di dunia; yaitu kompetisi dalam mengumpulkan pahala. Kompetisi ini berakhir pada waktu kita mati, karena tidak ada kesempatan pengumpulan pahala lagi setelah kita mati.
Sesungguhnya Kami telah menjadikan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Allah menciptakan surga dan neraka, yang kelak akan diisi oleh manusia. Di mana nanti kita berada -surga atau neraka- akan ditentukan melalui proses kompetisi yang panjang selama hidup di dunia; yaitu kompetisi dalam mengumpulkan pahala. Kompetisi ini berakhir pada waktu kita mati, karena tidak ada kesempatan pengumpulan pahala lagi setelah kita mati.</p>
<p style="text-align: center;">Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan bagi manusia, agar Kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya. (Al Kahfi:7)<span id="more-64"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Seseorang yang berhasil mengumpulkan pahala yang banyak, tempatnya kelak adalah di surga. Sedangkan bagi yang lalai, tidak diragukan lagi, ia akan berada di tempat sebaliknya, yaitu neraka. Jadi, surga adalah merupakan puncak hadiah yang akan diraih oleh manusia. Dan untuk mendapatkan hadiah puncak ini, tentu saja tidaklah mudah. Diperlukan perjuangan yang sungguh-sungguh, karena Allah akan terus menerus menguji keuletan kita dalam mematuhi &#8220;aturan main&#8221; yang dibuat-Nya.</p>
<p style="text-align: center;">Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan: ‘kami telah beriman&#8217;, sedang mereka tidak diuji lagi? (Al-Ankabuut: 2)</p>
<p style="text-align: center;">Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. (Al-Anbiya&#8217;:35)</p>
<p style="text-align: justify;">Rasulullah SAW Pun memperingatkan kita:</p>
<p style="text-align: center;">Dunia itu adalah nerakanya orang mukmin dan surganya orang kafir. Surga itu dikelilingi oleh hal-hal yang tidak disukai, dan neraka itu dikelilingi oleh hal-hal yang menyenangkan (nafsu).</p>
<p style="text-align: justify;">Bentuk ujian Allah itu bermacam-macam. Hal ini adalah wajar, mengingat hadiahnya pun luar biasa, yaitu hidup abadi dalam kebahagiaan di surga. Ujian terberat yang dirasakan oleh kebanyakan orang, umunya adalah yang berkaitan dengan harta atau pangkat. Harta atau pangkat dapat dengan mudah membuat manusia terbius, terlupa akan tujuan hidupnya di dunia. <strong>Harta yang seharusnya digunakan sebagai sarana untuk meningkatkan ketaatan pada aturan main-Nya, terbuai justru digunakan untuk melanggar ‘aturan main&#8217; itu (!)</strong>. dalam hal ini sayidina Ali r.a. berwasiat, ‘Hati-hatilah terhadap hartamu, karena ia dapat menjadi bahan utama pelampiasan hawa nafsu!&#8221; [ "... Ya Allah, jadikanlah dunia di tangan kami dan jangan Engkau jadikan dunia di hati kami"]</p>
<p style="text-align: center;">Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anak kamu itu hanyalah sebagai cobaan &#8230;.. (Al-Anfaal: 28)</p>
<p style="text-align: center;">&#8230;.. Dan Kami coba mereka dengan nikmat yang baik-baik dan bencana yang buruk-buruk. (Al-A&#8217;raaf: 168)</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk dapat mengatasi berbagai macam ujian Allah ini, Nanda harus mempunyai bekal motivasi yang kuat. Karena hanya denagn motivasi yang kuat, akan tercipta semangat yang hebat. Dan dengan semangat yang hebat, segala godaan yang berasal dari nafsu dan setan yang gila pun akan dapat ditaklukkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Ayat-ayat berikut ini dapat dijadikan sebagai bekal untuk motivasi:</p>
<p style="text-align: center;">Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permaianan dan senda gurau &#8230;.. (Muhammad: 36)</p>
<p style="text-align: center;">Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk kedalam kubur. (At-Takaatsur: 1,2)</p>
<p style="text-align: center;">Maka janganlah harta benda dan anak-anak, mereka menarik hatimu. Sesungguhnya Allah menghendaki dengan (memberi) harta benda dan anak-anak itu untuk menyiksa mereka dalam kehidupan di dunia dan kelak akan melayang nyawa mereka, sedang mereka dalam keadaan kafir. (At-Taubah: 55)</p>
<p style="text-align: center;">Ketahuilah bahwa kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. &#8230;&#8230;&#8230; Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. (Hadiid: 20)</p>
<p style="text-align: center;">Dan tidaklah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenar-benarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui. (Al-Ankabuut: 64)</p>
<p style="text-align: center;">Sesungguhnya barangsiapa datang kepada Rabbnya dalam keadaan berdosa, maka sesungguhnya baginya mereka jahanam. Ia tidak mati di dalamnya dan tidak (pula) hidup. (Thaha: 74)</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut Imam Ghazaly. Kelak semua manusia akan melintasi jembatan yang di bawahnya terdapat neraka. Jembatan ini dikenal dengan sebutan shiratha&#8217;l-mustaqim. Kelak bakal ada yang melewatinya secepat kilat, ada juga yang berlalu seperti angina atau sekencang larinya kuda, dan ada pula yang secepat terbangnya burung. Namun di samping itu, ada juga yang berjalan biasa atau yang merangkak hingga hangus menjadi arang. Bahkan ada yang tersandung sehingga terjatuh ke dalam neraka. Perbedaan cara ini dikarenakan perbedaan sikap hidup selama di dunia, yaitu apakah selalu taat, atau sering membangkang pada aturan main-Nya. Shiratha&#8217;l mustaqim bukanlah jembatan seperti di dunia yang dapat ditempuh dengan kekuatan fisik atau kaki, tetapi jembatan ini hanya dapat diseberangi dengan kekuatan hati. Hati yang selalu membangkang ibarat sepasang kaki yang lumpuh (pincang), sedangkan hati yang selalu taat pada aturan main-Nya ibarat sepasang kaki seorang pelari ulung.</p>
<p style="text-align: justify;">Penulis: <em>Hamba Allah</em></p>
<script type="text/javascript" src="http://cdn.socialtwist.com/2009022310876/script.js"></script><a class="st-taf" href="http://tellafriend.socialtwist.com:80" onclick="return false;" style="border:0;padding:0;margin:0;"><img alt="SocialTwist Tell-a-Friend" style="border:0;padding:0;margin:0;" src="http://images.socialtwist.com/2009022310876/button.png"onmouseout="hideHoverMap(this)" onmouseover="showHoverMap(this, '2009022310876', 'http%3A%2F%2Frenung.toko43.com%2Fkehidupan-dunia-adalah-kesenangan-yang-menipu', 'Kehidupan+Dunia+Adalah+Kesenangan+yang+Menipu')" onclick="cw(this, {id:'2009022310876', link: 'http%3A%2F%2Frenung.toko43.com%2Fkehidupan-dunia-adalah-kesenangan-yang-menipu', title: 'Kehidupan+Dunia+Adalah+Kesenangan+yang+Menipu' });"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://renung.toko43.com/kehidupan-dunia-adalah-kesenangan-yang-menipu/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Alat yang Diperlukan untuk Mencari Bekal</title>
		<link>http://renung.toko43.com/alat-yang-diperlukan-untuk-mencari-bekal</link>
		<comments>http://renung.toko43.com/alat-yang-diperlukan-untuk-mencari-bekal#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Jan 2009 07:42:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Arti Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[bekal]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[manusia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://renung.toko43.com/?p=39</guid>
		<description><![CDATA[Dari uraian terdahulu, tentu Nanda sekarang mengerti, bahwa kehidupan di dunia ini haruslah dijadikan arena untuk mengumpulkan pahala. Mengumpulkan pahala tidaklah mudah. Diperlukan perjuangan lahir dan batin untuk melawan godaan nafsu dan setan yang menyesatkan. Untungnya Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang melengkapi kita dengan &#8220;alat&#8221; yang dapat memudahkan pengumpulan bekal akhirat ini. Alat yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Dari uraian terdahulu, tentu Nanda sekarang mengerti, bahwa kehidupan di dunia ini haruslah dijadikan arena untuk mengumpulkan pahala. Mengumpulkan pahala tidaklah mudah. Diperlukan perjuangan lahir dan batin untuk melawan godaan nafsu dan setan yang menyesatkan. Untungnya Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang melengkapi kita dengan &#8220;alat&#8221; yang dapat memudahkan pengumpulan bekal akhirat ini. Alat yang dimaksud adalah seluruh fasilitas yang kita miliki, yaitu dapat berupa harta benda, keluarga, pekerjaan, dan lain-lain. Fasilitas ini tentu saja tidak datang dengan sendirinya, melainkan harus kita cari dengan gigih.<span id="more-39"></span></p>
<p style="text-align: center;">Apabila telah ditunaikan sembahyang, maka bertebaranlah kamu dan carilah karunia Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung. (Al-Jumu&#8217;ah:10)</p>
<p style="text-align: center;">Bersegeralah kamu mencari rezeki, dan berusahalah mencari keperluan hidup, maka sesungguhnya berpagi-pagi mencari rezeki itu adalah berkat dan keberuntungan. (Riwayat Ibnu ‘Ady dari Aisyah)</p>
<p style="text-align: justify;">Seluruh fasilitas yang kita miliki, pada hakikatnya adalah hanya sarana untuk kelancaran bertaqwa. Dengan demikian, semakin banyak fasilitas yang kita miliki, maka kualitas taqwa kita pun tentunya harus semakin lebih tinggi.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan memiliki banyak uang misalnya, memudahkan kita bersedekah, menolong orang susah, menyantuni anak yatim, membahagiakan orang tua, melaksanakan ibadah haji, dan lain sebagainya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan memiliki rumah yang asri, taqwa dapat kita jalankan dengan baik. Bagaimana dapat menghasilkan taqwa yang baik kalau kita tinggal di rumah yang sumpek?</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan memiliki kendaraan, maka kita tidak perlu mengeluarkan banyak energi atau pun naik bis yang penuh sesak. Dengan demikian badan kita tetap segar sampai di tujuan. Bagaimana dapat shalat dengan baik kalau badan dan pikiran kita lelah?</p>
<p style="text-align: justify;">Pekerjaan yang kita miliki, termasuk fasilitas untuk melancarkan taqwa juga. Bila kita tidak memiliki pekerjaan atau tiba-tiba dipecat, maka semangat hidup dapat turun, frustasi dan depresi mental pasti terjadi. Bagaimana dengan kondisi seperti ini dapat diharapkan menghasilkan taqwa yang berkualitas baik?</p>
<p style="text-align: justify;">Pangkat atau kedudukan yang dimiliki juga untuk mempermudah bertaqwa. Dengan pangkat yang tinggi,maka akan memudahkan menghasilkan kualitas taqwa yang lebih baik dibandingkan dengan pegawai rendahan.</p>
<p style="text-align: justify;">Keluarga (suami/istri dan anak) saqinah yang dimiliki, itu pun merupakan fasilitas untuk melaksanakan taqwa. Mereka dapat menjadi pelipur lara yang membuat hati menjadi tenteram. Dengan hati yang tenteram tentu akan lebih mudah untuk melaksanakan taqwa.</p>
<p style="text-align: justify;">Bila kita sedang diserang penyakit malas ataupun merasa jenuh dalam bertaqwa, maka renungkanlah sejenak akan tujuan hidup kita di dunia, lalu gunakan fasilitas yang kita miliki untuk mengusir kemalasan atau kejenuhan itu. Misalnya bercengkrama dengan keluarga, atau pun pergi ke tempat-tempat hiburan yang dapat menghilangkan perasaan itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Jadi jelaslah, fasilitas atau materi yang kita miliki itu gunanya hanya untuk menunjang kelancaran pelaksanaan taqwa.</p>
<p style="text-align: justify;">Bila kita telah menghayati hal ini, maka insya Allah kita tidak akan silau oleh materi atau pun kedudukan. Karena sesungguhnya, semua itu dititipkan Allah kepada kita semata-mata sebagai alat untuk meningkatkan ketaqwaan saja.</p>
<p style="text-align: justify;">Penulis: <em>Hamba Allah</em></p>
<script type="text/javascript" src="http://cdn.socialtwist.com/2009022310876/script.js"></script><a class="st-taf" href="http://tellafriend.socialtwist.com:80" onclick="return false;" style="border:0;padding:0;margin:0;"><img alt="SocialTwist Tell-a-Friend" style="border:0;padding:0;margin:0;" src="http://images.socialtwist.com/2009022310876/button.png"onmouseout="hideHoverMap(this)" onmouseover="showHoverMap(this, '2009022310876', 'http%3A%2F%2Frenung.toko43.com%2Falat-yang-diperlukan-untuk-mencari-bekal', 'Alat+yang+Diperlukan+untuk+Mencari+Bekal')" onclick="cw(this, {id:'2009022310876', link: 'http%3A%2F%2Frenung.toko43.com%2Falat-yang-diperlukan-untuk-mencari-bekal', title: 'Alat+yang+Diperlukan+untuk+Mencari+Bekal' });"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://renung.toko43.com/alat-yang-diperlukan-untuk-mencari-bekal/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tempat Mencari Pahala</title>
		<link>http://renung.toko43.com/tempat-mencari-pahala</link>
		<comments>http://renung.toko43.com/tempat-mencari-pahala#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Jan 2009 02:24:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Arti Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[pahala]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://renung.toko43.com/?p=34</guid>
		<description><![CDATA[Pahala adalah hadiah yang diberikan Allah kepada manusia apabila ia lulus dari ujian yang dihadapinya. Ujian-ujian ini padadasarnya terletak pada dua jalur, yaitu jalur hablum-minallah dan jalur hablum-minannas. Pada kedua jalur ini, Allah dan Rasul-Nya tellah menentukan &#8220;aturan main&#8221; bagaimana manusia itu harus bersikap. Misalnya saja, dalam jalur hablum-minallah manusia diwajibkan shalat; da dalam jalur [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Pahala adalah hadiah yang diberikan Allah kepada manusia apabila ia lulus dari ujian yang dihadapinya. Ujian-ujian ini padadasarnya terletak pada dua jalur, yaitu jalur hablum-minallah dan jalur hablum-minannas. Pada kedua jalur ini, Allah dan Rasul-Nya tellah menentukan &#8220;aturan main&#8221; bagaimana manusia itu harus bersikap. Misalnya saja, dalam jalur hablum-minallah manusia diwajibkan shalat; da dalam jalur hablum-minannas manusia diwajibkan berbuat baik terhadap sesamanya. Semua &#8220;aturan main&#8221; ini tertuang lengkap dalam Al-Qur&#8217;an dan Hadits Rasulullah SAW.<span id="more-34"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Barangsiapa yang dapat tetap patuh melaksanakan &#8220;aturan main&#8221; ini, dengan niat semata-mata karena Allah, maka ia disebut orang yang bertaqwa. Dan dia akan memperoleh pahala, yang kelak akan dirasakan kenikmatannya di akhirat nanti. Jadi dengan perkataan lain, lading tempat mencari pahala itu terletak pada jalur hablum minallah dan jalur hablum-minannas, karena pada dua jalur inilah Allah menguji ketaatan manusia mematuhi aturan-aturan yang ditentukan-Nya dalam Al-Qur&#8217;an dan Hadits.</p>
<p style="text-align: justify;">Allah melengkapi manusia dengan mata, telinga, dan hati bukan tanpa tujuan. &#8220;perlengkapan&#8221; ini merupakan sarana bagi Allah untuk menguji manusia, apakah dalam setiap situasi dan kondisi -baik atau pun buruk- ia mampu tetap taat mengikuti &#8220;aturan main&#8221; yang sudah ditetapkan-Nya atau tidak.</p>
<p style="text-align: justify;">Simaklah baik-baik Surat Al-Insaan: 2, 3 berikut:</p>
<p style="text-align: center;">Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat.<br />
Sesungguhnya Kami telah menunjukinya jalan yang lurus, ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir. (Al-Insaan: 2, 3)</p>
<p style="text-align: justify;">Supir ugal-ugalan di jalan raya, atasan yang menjengkelkan, kolega yang picik, atau pun teman yang menyebalkan, ini semua terjadi karena Allah melengkapi kita dengan mata, telinga, dan hati. Oleh karena itu, orang-orang negatif ini harus dipandang sebagai ujian Allah pada jalur hablum-minannas. Apabila orang-orang ini dapat kita hadapi sesuai dengan tuntunan yang diberikan-Nya melalui Rasul-Nya, maka berarti kita lulus. Sebaliknya, bila mereka itu kita hadapi dengan emosi atau nafsu, maka berarti kita gagal. Hendaklah kita senantiasa mengingat pengalaman para bijak, &#8220;<em>Kepuasan sejati bukanlah menuruti hawa nafsu, tetapi kepuasan sejati adalah keberhasilan menahan diri untuk tidak mengikuti hawa nafsu.</em>&#8220;</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan demikian, dapatlah dimengerti, bahwa semua masalah, baik itu masalah hubungan dengan Allah (seperti misalnya rasa malas mendirikan shalat), maupun masalah hubungan dengan manusia (misalnya menghadapi orang yang menyebalkan), pada hakikatnya adalah hendak menguji kita, mampu atau tidak untuk bersikap sesuai dengan kehendak Allah dan Rasulullah SAW. Bila ujian ini berhasilkita atasi, artinya kita tetap taat bertindak menurut ketentuan Al-Qur&#8217;an dan hadits dengan niat &#8220;lillahi ta&#8217;ala&#8221;, maka tindakan kita itu dikategorikan sebagai amal saleh, yang kelak akan diganjar dengan pahala. Dengan demikian, semakin banyak amal saleh yang kita lakukan, maka semakin besar kemungkinan kita untuk masuk ke dalam surga. Lihatlah penegasan Allah dalam Al-Qur&#8217;an berikut ini:</p>
<p style="text-align: center;">Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal saleh baik ia laki-laki maupun perempuan sedangkan ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikit pun. (An-Nisaa: 124)</p>
<p style="text-align: center;">Dan surga itu diberikan kepada kamu berdasarkan amal yang telah kamu kerjakan. (Az-Zukhruf: 72)</p>
<p style="text-align: center;">Sesungguhnya orang-orang yag beriman dan beramal saleh, bagi mereka adalah surga Firdaus menjadi tempat tinggal. Mereka kekal di dalamnya, mereka tidak ingin berpindah daripadanya. (Al-Kahfi: 107, 108)</p>
<p style="text-align: center;">Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga, mereka kekal di dalamnya. (Al-Baqarah:82)</p>
<p style="text-align: center;">Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam surga &#8230;&#8230; (An-Nisaa: 57)</p>
<p style="text-align: center;">Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, Kami tidak memikulkan kewajiban kepada diri seseorang melainkan sekedar kesanggupannya, mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya. (Al-A&#8217;raaf: 42)</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan memahami hal di atas, akan dapat mencegah Nanda tertipu dan terlena mengikuti emosi atau pikiran negatif, sehingga tidak akan menyimpang dari aturan main yang ditetapkan-Nya. Dan insya Allah Nanda tidak akan mengalami stress atau pun menjadi pendendam.</p>
<p style="text-align: justify;">Adapun salah satu kiat untuk mengatasi kecenderungan hati pada hal-hal yang negatif, adalah dengan mengendalikan mata. Bila kita renungkan, mata itu pada hakikatnya adalah hanya alat (scanner) yang memasukkan informasi ke dalam hati. Informasi yang masuk ke dalam hati ini, akan menimbulkan kesan yang berbeda-beda. Sebagai contoh, ada seorang penderita penyakit kusta. Bila yang difokuskan oleh mata itu adalah penyekitnya, maka niscaya hati akan niscaya hati akan memunculkan kesan jijik. Tetapi bila yang difokuskan oleh mata segi manusiawinya, maka yang akan timbul adalah rasa iba. Dikisahkan bahwa nabi Isa AS. ketika berjalan dengan para muridnya, pernah menemukan bangkai seekor anjing. Para muridnya serentak menutup hidung sambil menunjukkan rasa jijiknya. Namun nabi Isa AS. tersenyum seolah-olah ia tidak melihat ada bangkai di hadapannya. Beliau berkata, &#8220;<em>Coba lihat giginya, betapa putihnya!</em>&#8221; Inti pelajaran yang diberikan oleh nabi Isa AS. itu ialah, <strong>bila mata dapat dikendalikan hanya untuk melihat kejadian dari segi-segi positifnya saja, maka niscaya hati tidak akan memunculkan kesan negatif</strong>.</p>
<p style="text-align: justify;">Kita dapat menggunakan &#8220;ilmu&#8221; nabi Isa tersebut untuk meredam rasa iri hati yang kadang-kadang muncul secara spontan ketika mendenagr ada teman kita yang lebih sukses atau lebih kaya dari kita. Caranya yaitu dengan tidak memandang pada pangkat atau harta yang dimilikinya, tetapi dengan mengingat pada kenyataan, bahwa soal rezeki itu memang dibuat Allah berbeda-beda. Hal ini dilakukan-Nya semata-mata untuk menguji manusia.</p>
<p style="text-align: center;">&#8230;.. Dia meninggikan sebagian kamu atas sebagian yang lain beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu. (Al-An&#8217;am: 155)</p>
<p style="text-align: center;">Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebagian kamu lebih banyak dari sebagian yang lain. (An-Nisaa&#8217;: 32)</p>
<p style="text-align: justify;">Nabi Muhammad SAW pun tampaknya sangat menyadari betapa beratnya beban orang yang dititipi harta yang banyak. Hal ini tampak pada perilaku hidupnya yang terkenal sederhana. Pada salah satu haditsnya diriwayatkan:</p>
<p style="text-align: center;">Rasulullah SAW bersabda : &#8220;Tuhanku telah menawarkan kepadaku untuk menjadikan lapangan di kota Mekah menjadi emas. Aku berkata, &#8220;Jangan Engkau jadikan emas wahai Tuhan! Tetapi cukuplah bagiku merasa kenyang sehari, lapar sehari. Apabila aku lapar, maka aku dapat menghadap dan mengingat-Mu, dan ketika aku kenyang aku dapat bersyukur memuji-Mu.&#8221; (HR. Ahmad &amp; Tarmidzi)</p>
<p style="text-align: center;">Sesungguhnya Allah telah melihat kepada rupa dan hartamu, tetapi Allah melihat kepada hati dan amalmu. (HR. Muslim)</p>
<p style="text-align: left;">Penulis: <em>Hamba Allah</em></p>
<script type="text/javascript" src="http://cdn.socialtwist.com/2009022310876/script.js"></script><a class="st-taf" href="http://tellafriend.socialtwist.com:80" onclick="return false;" style="border:0;padding:0;margin:0;"><img alt="SocialTwist Tell-a-Friend" style="border:0;padding:0;margin:0;" src="http://images.socialtwist.com/2009022310876/button.png"onmouseout="hideHoverMap(this)" onmouseover="showHoverMap(this, '2009022310876', 'http%3A%2F%2Frenung.toko43.com%2Ftempat-mencari-pahala', 'Tempat+Mencari+Pahala')" onclick="cw(this, {id:'2009022310876', link: 'http%3A%2F%2Frenung.toko43.com%2Ftempat-mencari-pahala', title: 'Tempat+Mencari+Pahala' });"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://renung.toko43.com/tempat-mencari-pahala/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perempuan yang Dicintai Suamiku</title>
		<link>http://renung.toko43.com/24</link>
		<comments>http://renung.toko43.com/24#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Jan 2009 03:35:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerpen]]></category>
		<category><![CDATA[isteri]]></category>
		<category><![CDATA[kasih]]></category>
		<category><![CDATA[sayang]]></category>
		<category><![CDATA[suami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://renung.toko43.com/?p=24</guid>
		<description><![CDATA[Kehidupan pernikahan kami awalnya baik-baik saja menurutku. Meskipun menjelang pernikahan selalu terjadi konflik, tapi setelah menikah Mario tampak baik dan lebih menuruti apa mauku.
Kami tidak pernah bertengkar hebat, kalau marah dia cenderung diam dan pergi ke kantornya bekerja sampai subuh, baru pulang ke rumah, mandi, kemudian mengantar anak kami sekolah. Tidurnya sangat sedikit, makan pun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Kehidupan pernikahan kami awalnya baik-baik saja menurutku. Meskipun menjelang pernikahan selalu terjadi konflik, tapi setelah menikah Mario tampak baik dan lebih menuruti apa mauku.</p>
<p style="text-align: justify;">Kami tidak pernah bertengkar hebat, kalau marah dia cenderung diam dan pergi ke kantornya bekerja sampai subuh, baru pulang ke rumah, mandi, kemudian mengantar anak kami sekolah. Tidurnya sangat sedikit, makan pun sedikit. Aku pikir dia workaholic.</p>
<p style="text-align: justify;">Dia menciumku maksimal dua kali sehari, pagi menjelang kerja, dan saat dia pulang kerja, itupun kalau aku masih bangun. Karena waktu pacaran dia tidak pernah romantis, aku pikir, memang dia tidak romantis, dan tidak memerlukan hal-hal seperti itu sebagai ungkapan sayang.<span id="more-24"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Kami jarang ngobrol sampai malam, kami jarang pergi nonton berdua, bahkan makan berdua di luarpun hampir tidak pernah. Kalau kami makan di meja makan berdua, kami asyik sendiri dengan sendok garpu kami, bukan obrolan yang terdengar, hanya denting piring yang beradu dengan sendok garpu.</p>
<p style="text-align: justify;">Kalau hari libur, dia lebih sering hanya tiduran di kamar, atau main dengan anak-anak kami, dia jarang sekali tertawa lepas. Karena dia sangat pendiam, aku menyangka dia memang tidak suka tertawa lepas.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku mengira rumah tangga kami baik-baik saja selama 8 tahun pernikahan kami. Sampai suatu ketika, di suatu hari yang terik, saat itu suamiku tergolek sakit di rumah sakit, karena jarang makan, dan sering jajan di kantornya dibandingkan makan di rumah, dia kena typhoid dan harus dirawat di RS karena sampai terjadi perforasi di ususnya. Pada saat dia masih di ICU, seorang perempuan datang menjenguknya. Dia memperkenalkan diri, bernama Meisha, temannya Mario saat dulu kuliah.</p>
<p style="text-align: justify;">Meisha tidak secantik aku, dia begitu sederhana tapi aku tidak pernah melihat mata yang begitu cantik seperti yang dia miliki. Matanya bersinar indah penuh kehangatan dan penuh cinta, ketika dia berbicara seakan-akan waktu berhenti berputar dan terpana dengan kalimat-kalimatnya yang ringan dan penuh pesona. Setiap orang, laki-laki maupun perempuan bahkan mungkin serangga yang lewat akan jatuh cinta begitu mendengar dia bercerita.</p>
<p style="text-align: justify;">Meisha tidak pernah kenal dekat dengan Mario selama mereka kuliah dulu, Meisha bercerita Mario sangat pendiam sehingga jarang punya teman yang akrab. 5 bulan lalu mereka bertemu, karena ada pekerjaan kantor mereka yang mempertemukan mereka. Meisha yang bekerja di advertising akhirnya bertemu dengan Mario yang sedang membuat iklan untuk perusahaan tempatnya bekerja.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku mulai mengingat-ingat 5 bulan lalu ada perubahan yang cukup drastis pada Mario. Setiap mau pergi kerja, dia tersenyum manis padaku dan dalam sehari bisa menciumku lebih dari tiga kali. Dia membelikan aku parfum baru dan mulai sering tertawa lepas. Tapi di saat lain, dia sering termenung di depan komputernya. Atau termenung memegang Hp-nya. Kalau aku tanya, dia bilang ada pekerjaan yang membingungkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Suatu saat Meisha pernah datang pada saat Mario sakit dan masih dirawat di RS. Aku sedang memegang sepiring nasi beserta lauknya dengan wajah kesal karena Mario tidak juga mau aku suapi. Meisha masuk kamar dan menyapa dengan suara riangnya,</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;<em>Hai Rima, kenapa dengan anak sulungmu yang nomor satu ini? Tidak mau makan juga? Uhh&#8230; dasar anak nakal, sini piringnya,</em>&#8221; lalu dia terus mengajak Mario bercerita sambil menyuapi Mario, tiba-tiba saja sepiring nasi itu sudah habis di tangannya. Dan&#8230;.aku tidak pernah melihat tatapan penuh cinta yang terpancar dari mata suamiku seperti siang itu, tidak pernah seumur hidupku yang aku lalui bersamanya, tidak pernah sedetikpun!</p>
<p style="text-align: justify;">Hatiku terasa sakit, lebih sakit dari ketika dia membalikkan tubuhnya membelakangi aku saat aku memeluknya dan berharap dia mencumbuku. Lebih sakit dari rasa sakit setelah operasi caesar ketika aku melahirkan anaknya. Lebih sakit dari rasa sakit, ketika dia tidak mau memakan masakan yang aku buat dengan susah payah. Lebih sakit daripada sakit ketika dia tidak pulang ke rumah saat ulang tahun perkawinan kami kemarin. Lebih sakit dari rasa sakit ketika dia lebih suka mencumbu komputernya dibanding aku.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi aku tidak pernah bisa marah setiap melihat perempuan itu. Meisha begitu manis, dia bisa hadir tiba-tiba, membawakan donat buat anak-anak, dan membawakan eggroll kesukaanku. Dia mengajakku jalan-jalan, kadang mengajakku nonton. Kali lain, dia datang bersama suami dan ke-2 anaknya yang lucu-lucu.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku tidak pernah bertanya, apakah suamiku mencintai perempuan berhati bidadari itu? Karena tanpa bertanya pun aku sudah tahu apa yang bergejolak di hatinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Suatu sore, mendung begitu menyelimuti Jakarta . Aku tidak pernah menyangka, hatiku pun akan mendung bahkan gerimis kemudian.</p>
<p style="text-align: justify;">Anak sulungku, seorang anak perempuan cantik berusia 7 tahun, rambutnya keriting ikal dan cerdasnya sama seperti ayahnya. Dia berhasil membuka password email Papanya dan memanggilku, &#8220;<em>Mama, mau lihat surat papa buat tante Meisha?</em>&#8220;</p>
<p style="text-align: justify;">Aku tertegun memandangnya, dan membaca surat elektronik itu,</p>
<p style="text-align: left;"><span style="color: #008000;">Dear Meisha,<br />
</span></p>
<p style="text-align: left;"><span style="color: #008000;">Kehadiranmu bagai beribu bintang gemerlap yang mengisi seluruh relung hatiku. Aku tidak pernah merasakan jatuh cinta seperti ini bahkan pada Rima. Aku mencintai Rima karena kondisi yang mengharuskan aku mencintainya, karena dia ibu dari anak-anakku.<br />
</span></p>
<p style="text-align: left;"><span style="color: #008000;">Ketika aku menikahinya, aku tetap tidak tahu apakah aku sungguh-sungguh mencintainya. Tidak ada perasaan bergetar seperti ketika aku memandangmu, tidak ada perasaan rindu yang tidak pernah padam ketika aku tidak menjumpainya. Aku hanya tidak ingin menyakiti perasaannya. Ketika konflik-konflik terjadi saat kami pacaran dulu, aku sebenarnya kecewa tapi aku tidak sanggup mengatakan padanya bahwa dia bukanlah perempuan yang aku cari untuk mengisi kekosongan hatiku. Hatiku tetap terasa hampa, meskipun aku menikahinya.<br />
</span></p>
<p style="text-align: left;"><span style="color: #008000;">Aku tidak tahu bagaimana caranya menumbuhkan cinta untuknya seperti ketika cinta untukmu tumbuh secara alami, seperti pohon-pohon beringin yang tumbuh kokoh tanpa pernah mendapat siraman dari pemiliknya. Seperti pepohonan di hutan-hutan belantara yang tidak pernah minta disirami, namun tumbuh dengan lebat secara alami. Itulah yang aku rasakan.<br />
</span></p>
<p style="text-align: left;"><span style="color: #008000;">Aku tidak akan pernah bisa memilikimu, karena kau sudah menjadi milik orang lain dan aku adalah laki-laki yang sangat memegang komitmen pernikahan kami. Meskipun hatiku terasa hampa itu tidaklah mengapa, asal aku bisa melihat Rima bahagia dan tertawa. Dia bisa mendapatkan segala yang dia inginkan selama aku mampu. Dia boleh mendapatkan seluruh hartaku dan tubuhku tapi tidak jiwaku dan cintaku, yang hanya aku berikan untukmu. Meskipun ada tembok yang menghalangi kita, aku hanya berharap bahwa engkau mengerti: You are the only one in my heart. </span></p>
<p style="text-align: left;"><span style="color: #008000;">Yours,<br />
Mario </span></p>
<p style="text-align: justify;">Mataku terasa panas. Jelita, anak sulungku memelukku erat. Meskipun baru berusia 7 tahun, dia adalah malaikat jelitaku yang sangat mengerti dan menyayangiku.</p>
<p style="text-align: justify;">Suamiku tidak pernah mencintaiku. Dia tidak pernah bahagia bersamaku. Dia mencintai perempuan lain.</p>
<p style="text-align: justify;">Aku mengumpulkan kekuatanku. Sejak itu, aku menulis surat hampir setiap hari untuk suamiku. Surat itu aku simpan di amplop dan aku letakkan di lemari bajuku, tidak pernah aku berikan untuknya.</p>
<p style="text-align: justify;">Mobil yang dia berikan untukku aku kembalikan padanya. Aku mengumpulkan tabunganku yang kusimpan dari sisa-sisa uang belanja, lalu aku belikan sepeda motor untuk mengantar dan menjemput anak-anakku. Mario merasa heran karena aku tidak pernah lagi bermanja dan minta dibelikan bermacam-macam merek tas dan baju terkenal. Aku terpuruk dalam kehancuranku. Ternyata dia memang tidak pernah menginginkan aku menjadi istrinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Betapa tidak berharganya aku. Tidakkah dia tahu, bahwa aku juga seorang perempuan yang berhak mendapatkan kasih sayang dari suaminya? Kenapa dia tidak mengatakan saja, bahwa dia tidak mencintai aku dan tidak menginginkan aku? Itu lebih aku hargai daripada dia cuma diam dan mengangguk dan melamarku lalu menikahiku. Betapa malangnya nasibku!</p>
<p style="text-align: justify;">Mario terus menerus sakit-sakitan dan aku tetap merawatnya dengan setia. Biarlah dia mencintai perempuan itu terus di dalam hatinya. Dengan pura-pura tidak tahu, aku sudah membuatnya bahagia dengan mencintai perempuan itu. Kebahagiaan Mario adalah kebahagiaanku juga, karena aku akan selalu mencintainya.</p>
<p style="text-align: justify;">Setahun kemudian&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Meisha membuka amplop surat-surat itu dengan air mata berlinang. Tanah pemakaman itu masih basah merah dan masih dipenuhi bunga.</p>
<p style="text-align: left;"><span style="color: #008000;">Mario, suamiku&#8230;.</span></p>
<p style="text-align: left;"><span style="color: #008000;">Aku tidak pernah menyangka pertemuan kita saat aku pertama kali bekerja di kantormu akan membawaku pada cinta sejatiku. Aku begitu terpesona padamu yang pendiam dan tampak dingin. Betapa senangnya aku ketika cintaku tidak bertepuk sebelah tangan. Aku mencintaimu, dan begitu posesif ingin memilikimu seutuhnya. Aku sering marah ketika kamu asyik bekerja dan tidak memperdulikan aku. Aku merasa di atas angin ketika kamu hanya diam dan menuruti keinginanku&#8230; Aku pikir, aku si puteri cantik yang diinginkan banyak pria, telah memenuhi ruang hatimu dan kamu terlalu mencintaiku sehingga mau melakukan apa saja untukku&#8230;..</span></p>
<p style="text-align: left;"><span style="color: #008000;">Ternyata aku keliru&#8230;.aku menyadarinya tepat sehari setelah pernikahan kita. Ketika aku membanting hadiah jam tangan dari seorang teman kantor dulu yang aku tahu sebenarnya menyukai Mario.</span></p>
<p style="text-align: left;"><span style="color: #008000;">Aku melihat matamu begitu terluka, ketika berkata, &#8220;<em>Kenapa, Rima? Kenapa kamu mesti cemburu? Dia sudah menikah, dan aku sudah memilihmu menjadi istriku.</em>&#8220;</span></p>
<p style="text-align: left;"><span style="color: #008000;">Aku tidak perduli, dan berlalu dari hadapanmu dengan sombongnya.<br />
Sekarang aku menyesal, memintamu melamarku. Engkau tidak pernah bahagia bersamaku. Aku adalah hal terburuk dalam kehidupan cintamu. Aku bukanlah wanita yang sempurna yang engkau inginkan.</span></p>
<p style="text-align: left;"><span style="color: #008000;">Istrimu,</span></p>
<p style="text-align: left;"><span style="color: #008000;">Rima</span></p>
<p style="text-align: justify;">Di surat yang lain,</p>
<p style="text-align: left;">&#8220;<span style="color: #008000;">&#8230;&#8230;&#8230;Kehadiran perempuan itu membuatmu berubah, engkau tidak lagi sedingin es. Engkau mulai terasa hangat, namun tetap saja aku tidak pernah melihat cahaya cinta dari matamu untukku, seperti aku melihat cahaya yang penuh cinta itu berpendar dari ke dua bola matamu saat memandang Meisha&#8230;&#8230;</span>&#8220;</p>
<p style="text-align: justify;">Di surat yang kesekian,</p>
<p style="text-align: left;">&#8220;<span style="color: #008000;">&#8230;&#8230;.Aku bersumpah, akan membuatmu jatuh cinta padaku. Aku telah berubah, Mario. Engkau lihat kan , aku tidak lagi marah-marah padamu. Aku tidak lagi suka membanting-banting barang dan berteriak jika emosi. Aku belajar memasak dan selalu kubuatkan masakan yang engkau sukai. Aku tidak lagi boros dan selalu menabung. Aku tidak lagi suka bertengkar dengan ibumu. Aku selalu tersenyum menyambutmu pulang ke rumah. Dan aku selalu meneleponmu untuk menanyakan sudahkah kekasih hatiku makan siang ini? Aku merawatmu jika engkau sakit, aku tidak kesal saat engkau tidak mau aku suapi, aku menungguimu sampai tertidur di samping tempat tidurmu, di rumah sakit saat engkau dirawat, karena penyakit pencernaanmu yang selalu bermasalah&#8230;&#8230;. Meskipun belum terbit juga, sinar cinta itu dari matamu, aku akan tetap berusaha dan menantinya&#8230;&#8230;..</span>&#8220;</p>
<p style="text-align: justify;">Meisha menghapus air mata yang terus mengalir dari kedua mata indahnya&#8230; dipeluknya Jelita yang tersedu-sedu di sampingnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Di surat terakhir, pagi ini&#8230;</p>
<p style="text-align: left;">&#8220;<span style="color: #008000;">&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..Hari ini adalah hari ulang tahun pernikahan kami yang ke-9. Tahun lalu engkau tidak pulang ke rumah, tapi tahun ini aku akan memaksamu pulang, karena hari ini aku akan masak, masakan yang paling enak sedunia. Kemarin aku belajar membuatnya di rumah Bude Tati sampai aku kehujanan dan basah kuyup karena waktu pulang hujannya deras sekali dan aku hanya mengendarai sepeda motor.</span></p>
<p style="text-align: left;"><span style="color: #008000;">Saat aku tiba di rumah kemarin malam, aku melihat sinar kekhawatiran di matamu. Engkau memelukku, dan menyuruhku segera ganti baju supaya tidak sakit.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #008000;">Tahukah engkau suamiku,</span></p>
<p style="text-align: left;"><span style="color: #008000;">Selama hampir 15 tahun aku mengenalmu, 6 tahun kita pacaran dan hampir 9 tahun kita menikah, baru kali ini aku melihat sinar kekhawatiran itu dari matamu. Inikah tanda-tanda cinta mulai bersemi di hatimu&#8230;&#8230;&#8230;?</span>&#8220;</p>
<p style="text-align: justify;">Jelita menatap Meisha lalu bercerita,</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;<em>Siang itu Mama menjemputku dengan motornya. Dari jauh aku melihat keceriaan di wajah mama. Dia terus melambai-lambaikan tangannya kepadaku. Aku tidak pernah melihat wajah yang sangat bersinar dari mama seperti siang itu, dia begitu cantik. Meskipun dulu sering marah-marah kepadaku tapi aku selalu menyayanginya. Mama memarkir motornya di seberang jalan. Ketika mama menyeberang jalan, tiba-tiba mobil itu lewat dari tikungan dengan kecepatan tinggi&#8230;&#8230; aku tidak sanggup melihatnya terlontar, Tante&#8230;.. aku melihatnya masih memandangku sebelum dia tidak lagi bergerak&#8230;&#8230;</em>&#8220;</p>
<p style="text-align: justify;">Jelita memeluk Meisha dan terisak-isak. Bocah cantik ini masih terlalu kecil untuk merasakan sakit di hatinya, tapi dia sangat dewasa.</p>
<p style="text-align: justify;">Meisha mengeluarkan selembar kertas yang dia print tadi pagi. Mario mengirimkan email lagi kemarin malam dan tadinya aku ingin Rima membacanya.</p>
<p style="text-align: left;"><span style="color: #008000;">Dear Meisha,</span></p>
<p style="text-align: left;"><span style="color: #008000;">Selama setahun ini aku mulai merasakan Rima berbeda, dia tidak lagi marah-marah dan selalu berusaha menyenangkan hatiku. Dan tadi, dia pulang dengan tubuh basah kuyup karena kehujanan, aku sangat khawatir dan memeluknya. Tiba-tiba aku baru menyadari betapa beruntungnya aku memiliki dia. Hatiku mulai bergetar&#8230;. Inikah tanda-tanda aku mulai mencintainya?</span></p>
<p style="text-align: left;"><span style="color: #008000;">Aku terus berusaha mencintainya seperti yang engkau sarankan, Meisha. Dan besok aku akan memberikan surprise untuknya, aku akan membelikan mobil mungil untuknya supaya dia tidak lagi naik motor kemana-mana. Bukan karena dia ibu dari anak2ku tapi karena dia belahan jiwaku&#8230;.</span></p>
<p style="text-align: left;"><span style="color: #008000;">Meisha menatap Mario yang tampak semakin ringkih, yang masih terduduk di samping nisan Rima. Di wajahnya tampak duka yang dalam. Semuanya telah terjadi, Mario. Kadang kita baru menyadari mencintai seseorang ketika seseorang itu telah pergi meninggalkan kita.</span></p>
<p style="text-align: justify;">Jakarta , 7 Januari 2009<br />
(dedicated to my friend&#8230;.may you rest in peace&#8230;)</p>
<p style="text-align: justify;">Penulis: <a href="mailto: blog@botefilia.com">Botefilia</a></p>
<script type="text/javascript" src="http://cdn.socialtwist.com/2009022310876/script.js"></script><a class="st-taf" href="http://tellafriend.socialtwist.com:80" onclick="return false;" style="border:0;padding:0;margin:0;"><img alt="SocialTwist Tell-a-Friend" style="border:0;padding:0;margin:0;" src="http://images.socialtwist.com/2009022310876/button.png"onmouseout="hideHoverMap(this)" onmouseover="showHoverMap(this, '2009022310876', 'http%3A%2F%2Frenung.toko43.com%2F24', 'Perempuan+yang+Dicintai+Suamiku')" onclick="cw(this, {id:'2009022310876', link: 'http%3A%2F%2Frenung.toko43.com%2F24', title: 'Perempuan+yang+Dicintai+Suamiku' });"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://renung.toko43.com/24/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tujuan Hidup</title>
		<link>http://renung.toko43.com/tujuan-hidup</link>
		<comments>http://renung.toko43.com/tujuan-hidup#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Jan 2009 03:40:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Arti Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[tujuan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://renung.toko43.com/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[Setelah Nanda memahami apa yang akhirnya akan dituju oleh setiap manusia, serta &#8220;kualitas&#8221; berasal dari suatu proses, maka yang perlu kalian ketahui selanjutnya adalah, apa sebenarnya tujuan hidup manusia di dunia. Seseorang yang tidak mengetahui untuk apa tujuan hidupnya, maka pastilah ia tidak mengerti siapakah dirinya itu, dan dari mana ia berasal.
Sebagaimana telah diuraikan di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Setelah Nanda memahami apa yang akhirnya akan dituju oleh setiap manusia, serta &#8220;kualitas&#8221; berasal dari suatu proses, maka yang perlu kalian ketahui selanjutnya adalah, apa sebenarnya tujuan hidup manusia di dunia. Seseorang yang tidak mengetahui untuk apa tujuan hidupnya, maka pastilah ia tidak mengerti siapakah dirinya itu, dan dari mana ia berasal.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagaimana telah diuraikan di atas, kehidupan di alam dunia ini sesungguhnya adalah awal kehidupan bagi manusia. Dan awal kehidupan ini sangat penting, karena bukankah awal yang baik akan membuahkan hasil akhir yang baik pula?<span id="more-17"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Selanjutnya, dengan memperhatikan firman-firman Allah yang telah dikutip sebelum ini, jelaslah bahwa tujuan hidup manusia di dunia ini, pada hakikatnya adalah untuk mencari atau mengumpulkan bekal sebanyak-banyaknya bagi kehidupan akhirat. Tingkat manusia di akhirat nanti, akan ditentukan oleh sedikit banyaknya bekal yang dibawa dari dunia. Semakin banyak bekalnya, maka akan semakin tinggi pula tingkat kemuliaannya. Apakah yang dimaksud dengan bekal itu? Jika untuk mencapai kedudukan tinggi di masyarakat kita harus berbekal pendidikan yang cukup, maka untuk mencapai kedudukan tinggi di akhirat nanti, yang kita perlukan adalah pahala.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan demikian dapatlah dikatakan, kehidupan di alam dunia ini adalah arena untuk mengumpulkan pahala bagi kehidupan akhirat. Semakin banyak pahala yang berhasil kita raih, maka semakin tinggi pula tingkat kita kelak.</p>
<p style="text-align: justify;">Abdullah bin Abbas berkata:</p>
<p style="text-align: center;">&#8220;Sesungguhnya Allah Ta&#8217;ala menjadikan dunia terdiri atas tiga bagian; sebagian bagi mukminin, sebagian bagi orang munafik, sebagian bagi orang kafir. Maka orang mukmin menyiapkan perbekalan, orang munafik menjadikannya perhiasan dan orang kafir menjadikannya tempat bersenang-senang.&#8221;</p>
<p>Penulis: <em>Hamba Allah</em></p>
<script type="text/javascript" src="http://cdn.socialtwist.com/2009022310876/script.js"></script><a class="st-taf" href="http://tellafriend.socialtwist.com:80" onclick="return false;" style="border:0;padding:0;margin:0;"><img alt="SocialTwist Tell-a-Friend" style="border:0;padding:0;margin:0;" src="http://images.socialtwist.com/2009022310876/button.png"onmouseout="hideHoverMap(this)" onmouseover="showHoverMap(this, '2009022310876', 'http%3A%2F%2Frenung.toko43.com%2Ftujuan-hidup', 'Tujuan+Hidup')" onclick="cw(this, {id:'2009022310876', link: 'http%3A%2F%2Frenung.toko43.com%2Ftujuan-hidup', title: 'Tujuan+Hidup' });"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://renung.toko43.com/tujuan-hidup/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keberadaan Manusia Melalui Suatu Proses</title>
		<link>http://renung.toko43.com/keberadaan-manusia-melalui-suatu-proses</link>
		<comments>http://renung.toko43.com/keberadaan-manusia-melalui-suatu-proses#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Jan 2009 08:48:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Arti Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>
		<category><![CDATA[manusia]]></category>
		<category><![CDATA[proses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://renung.toko43.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[Allah selalu menciptakan sesuatu secara bertahap, yaitu dengan melalui suatu proses yang berkesinambungan. Manusia misalnya, ia diciptakan tidak langsung dewasa. Tetapi melalui proses yang bermulai dari bentuk air, lalu menjadi janin, kemudian menjadi bayi, lalu menjadi anak-anak, dan akhirnya menjadi dewasa. Demikian juga dengan tanaman. Dimulai dari biji, kemudian timbul tunas, batang, daun dan seterusnya, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Allah selalu menciptakan sesuatu secara bertahap, yaitu dengan melalui suatu proses yang berkesinambungan. Manusia misalnya, ia diciptakan tidak langsung dewasa. Tetapi melalui proses yang bermulai dari bentuk air, lalu menjadi janin, kemudian menjadi bayi, lalu menjadi anak-anak, dan akhirnya menjadi dewasa. Demikian juga dengan tanaman. Dimulai dari biji, kemudian timbul tunas, batang, daun dan seterusnya, sampai akhirnya berbunga atau berbuah.<span id="more-12"></span></p>
<p>Yang perlu Nanda sadari dari fenomena ini ialah, baik atau buruknya kualitas manusia atau pun tumbuhan setelah dewasa nanti, sangat ditentukan oleh proses pemeliharaan atau bekal yang diterimanya dari sejak dini. Kualitas manusia di dunia, ditentukan sejak mulai berada dalam perut ibunya. Si calon ibu ini memakan makanan yang bergizi agar kelak bayinya sehat. Kemudian bayi ini diberinya makanan yang baik, serta dilindungi keamanannya supaya menjadi anak yang sehat. Selanjutnya, anak ini dilengkapi dengan gizi dan bekal pendidikan yang cukup, di sekolahkan yang tinggi, sehingga pada akhirnya ia menjadi orang.</p>
<p>Tumbuhan pun demikian. Pemeliharaannya dari sejak kecil -diberi pupuk, disiram, disiangi, dilindungi dengan anti hama akan menentukan kualitas tumbuhan itu pada saat ia berbunga atau berbuah.</p>
<p>Demikian pulalah kiranya Allah menjadikan eksistensi manusia di akhirat.</p>
<p>Kualitas manusia di akhirat nanti, akan ditentukan setelah ia melalui proses ujian demi ujian terhadap ketaatannya pada Allah selama hidupnya di dunia. Sehingga dengan demikian, kualitas kalian di akhirat nanti, tergantung pada keberhasilan Nanda sendiri dalam mengatasi ujian-ujian yang dihadapi, apakah mampu selalu taat mengikuti perintah-perintah-Nya, atau membangkang sebagaimana yang dilakukan iblis ketika diperintahkan sujud kepada Adam.</p>
<p style="text-align: center;">Barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam surga. Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya, dan baginya siksa yang menghinakan. (An-Nisaa&#8217;: 13, 14)</p>
<p style="text-align: justify;">Penulis: <em>Hamba Allah</em></p>
<script type="text/javascript" src="http://cdn.socialtwist.com/2009022310876/script.js"></script><a class="st-taf" href="http://tellafriend.socialtwist.com:80" onclick="return false;" style="border:0;padding:0;margin:0;"><img alt="SocialTwist Tell-a-Friend" style="border:0;padding:0;margin:0;" src="http://images.socialtwist.com/2009022310876/button.png"onmouseout="hideHoverMap(this)" onmouseover="showHoverMap(this, '2009022310876', 'http%3A%2F%2Frenung.toko43.com%2Fkeberadaan-manusia-melalui-suatu-proses', 'Keberadaan+Manusia+Melalui+Suatu+Proses')" onclick="cw(this, {id:'2009022310876', link: 'http%3A%2F%2Frenung.toko43.com%2Fkeberadaan-manusia-melalui-suatu-proses', title: 'Keberadaan+Manusia+Melalui+Suatu+Proses' });"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://renung.toko43.com/keberadaan-manusia-melalui-suatu-proses/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Arti Hidup</title>
		<link>http://renung.toko43.com/arti-hidup</link>
		<comments>http://renung.toko43.com/arti-hidup#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Jan 2009 03:25:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Arti Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[hidup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://renung.toko43.com/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[Semua manusia, tanpa terkecuali, pasti akan mati. Bila demikian, lalu apa sebenarnya yang akan dituju oleh manusia di alam dunia ini. Apakah manusia hidup semata-mata hanya untuk bekerja, berumah tangga, bersenang-senang dengan harta yang dimilikinya, ataupun berkeluh kesah dalam kemiskinan; kemudian ia lalu mati tidak berdaya? Apakah setelah mati itu ia akan hilang menguap seperti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Semua manusia, tanpa terkecuali, pasti akan mati. Bila demikian, lalu apa sebenarnya yang akan dituju oleh manusia di alam dunia ini. Apakah manusia hidup semata-mata hanya untuk bekerja, berumah tangga, bersenang-senang dengan harta yang dimilikinya, ataupun berkeluh kesah dalam kemiskinan; kemudian ia lalu mati tidak berdaya? Apakah setelah mati itu ia akan hilang menguap seperti halnya api obor yang padam? Atau, apakah manusia yang dilahirkan dalam “ketiadaan” itu akan mati dalam “ketiadaan” pula? Bila ya, apakah berarti hidup manusia di dunia ini sia-sia belaka? Tentu tidaklah demikian. Allah telah berfirman, bahwa manusia akan terus ada dan tidak akan pernah menghilang atau menguap. Manusia akan menjalani kehidupan abadi di akhirat.<span id="more-4"></span></p>
<p>Dengan demikian, jelaslah bahwa sesungguhnya yang dituju oleh semua manusia adalah akhirat! Cepat atau lambat, suka atau tidak suka, semua manusia pasti akan menuju ke sana.</p>
<p style="text-align: center;">Apakah kalian mengira bahwa Kami menciptakan kalian sia-sia, dan bahwa sesungguhnya kalian tidak akan dikembalikan kepada Kami? (Al-Mu’minun: 115)</p>
<p style="text-align: center;">Apakah manusia mengira, bahwa ia akan diberikan begitu saja (tanpa pertanggungjawaban)? (Al-Qiyamah: 36)</p>
<p style="text-align: center;">Sesungguhnya hari kiamat akan datang (dan) Aku merahasiakan (waktunya) agar tiap-tiap diri dibalas dengan apa yang diusahakannya. (Thaahaa: 15)</p>
<p style="text-align: center;">Dan tidaklah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenar-benarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui. (Al-Ankabuut: 64)</p>
<p style="text-align: center;">Dan sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, Kami sediakan bagi mereka azab yang pedih. (Al-Israa’: 10)</p>
<p style="text-align: center;">Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mu’min, maka mereka itu orang-orang yang usahanya dibalasi dengan baik. (Al-Israa’: 9)</p>
<p style="text-align: justify;">Keterangan singkat yang diuraikan di atas, sekilas tampaknya sederhana, namun bila Nanda renungkan baik-baik, makna yang tersirat sangatlah dalam. Pahamilah hal ini dengan baik. Karena inilah fundamen yang paling mendasar untuk dapat menemukan atau mengerti kebenaran hidup yang hakiki.</p>
<p style="text-align: justify;">Penulis: <em>Hamba Allah</em></p>
<script type="text/javascript" src="http://cdn.socialtwist.com/2009022310876/script.js"></script><a class="st-taf" href="http://tellafriend.socialtwist.com:80" onclick="return false;" style="border:0;padding:0;margin:0;"><img alt="SocialTwist Tell-a-Friend" style="border:0;padding:0;margin:0;" src="http://images.socialtwist.com/2009022310876/button.png"onmouseout="hideHoverMap(this)" onmouseover="showHoverMap(this, '2009022310876', 'http%3A%2F%2Frenung.toko43.com%2Farti-hidup', 'Arti+Hidup')" onclick="cw(this, {id:'2009022310876', link: 'http%3A%2F%2Frenung.toko43.com%2Farti-hidup', title: 'Arti+Hidup' });"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://renung.toko43.com/arti-hidup/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
